10 Manfaat Seks Bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

10 Manfaat Seks Bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

Bagi beberapa masyarakat tradisional, seks adalah sesuatu yang tabu jika dibicarakan secara terbuka. Hubungan seksual antara suami dan istri tidak lebih dari alias kondisi reproduksi untuk melahirkan keturunan baru.

Namun di era modern ini, seks tidak lagi dianggap tabu. Membangun hubungan antara suami dan istri bukan hanya untuk melanjutkan dengan keturunan baru, tetapi untuk kebahagiaan pasangan. Dan seks adalah faktor dalam menentukan kebahagiaan dan keabadian hubungan. Di sisi lain, seks dapat meningkatkan kualitas kesehatan mereka yang melakukannya dengan pasangannya.

Berikut adalah beberapa manfaat seks bagi kesehatan yang jarang diketahui:

1. Meningkatkan sistem imunisasi

Menurut peneliti di Wilkes, Pennsylvania, berhubungan seks sekali atau tiga kali seminggu dapat meningkatkan level daya tahan tubuh hingga 30 persen.

Antibodi digunakan dalam sistem imunisasi untuk melindungi pilek dan flu. Ini karena orang yang terlibat aktif dalam hubungan seks lebih banyak terpapar bakteri dan virus yang sebenarnya menyebabkan antibodi lebih tinggi.

2. Kesehatan jantung

Seks aktif juga meningkatkan kecepatan detak jantung, yang biasanya meningkat selama orgasme.

Menurut peneliti di New England Research Institute di Massachusetts, pria berusia 50 tahun yang melakukan hubungan seks setidaknya dua kali seminggu akan mengurangi risiko penyakit jantung hingga 45 hingga 45 persen.

3. Menurunkan tekanan darah

Sebuah studi yang dilakukan oleh Michigan State University menemukan bahwa wanita berusia antara 57 dan 85 yang masih aktif secara seksual tidak dapat terkena tekanan darah tinggi.

Seperti diketahui di atas, diketahui bahwa tekanan darah tinggi meningkatkan risiko serangan jantung.

4. Meringankan sakit rematik

Menurut peneliti di University of Munster, Jerman, dilaporkan bahwa penderita migrain telah berkembang karena penyakit akibat aktivitas seksual. Sakit kepala di area tertentu, yang bahkan dapat menyebabkan rasa sakit yang tak tertahankan di wajah, membaik sebesar 37 persen.

Seks juga memicu hormon kesenangan yang disebut endorphin, yang dapat menghilangkan rasa sakit.

5. Mengurangi risiko kanker prostat

Para peneliti di National Cancer Institute di Maryland menemukan bahwa pria yang berejakulasi 21 kali sebulan akan memiliki lebih sedikit penyakit daripada pria yang hanya berhubungan seks 4 hingga 7 kali sebulan.

Ejakulasi rajin memungkinkan prostat untuk membersihkan senyawa penyebab kanker keluar dari tubuh. Selain itu, mencegah akumulasi kalsium yang terkait dengan kanker prostat.

6. Meningkatkan kualitas tidur

Berhubungan seks melepaskan serangkaian bahan kimia di otak, seperti oksitosin dan prolaktin. Kombinasi kedua ini dianggap mampu membantu orang lebih rileks dan membuat orang cepat tidur.

7. Kurangi stres

Para peneliti di Univertas Paisley, Skotlandia, menemukan bahwa orang yang rajin berhubungan seks dapat menurunkan tekanan darah, terutama bagi orang yang berinteraksi di depan umum daripada mereka yang tidak berhubungan seks dalam dua minggu.

Pelepasan oksitosin selama hubungan intim dapat memiliki efek menenangkan pada tubuh.

8. Meningkatkan memori

Rajin bercinta juga meningkatkan daya ingat pada wanita. Para peneliti di McGill University di Kanada menemukan bahwa wanita yang sering berhubungan seks memiliki kemampuan untuk lebih mengingat kata-kata abstrak dalam tugas mengingat kata-kata.

Seks dapat merangsang perkembangan saraf di otak, yang melibatkan keterampilan belajar dan mengingat. Saraf mengirim pesan ke sel lain di sistem saraf.

9. Umur panjang

Penelitian di University of Bristol dan Belfast menemukan bahwa risiko kematian pada pria dapat dikurangi, yang seringkali mengalami orgasme dibandingkan mereka yang tidak rutin ejakulasi.

Studi ini melacak sekitar 1000 pria berusia 45 hingga 59 tahun selama 10 tahun.

10. Kepercayaan diri meningkat

Di luar manfaat fisik, seks teratur dapat meningkatkan kesehatan mental dan mental.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Cornell University, New York, siswa yang sering berhubungan seks melaporkan memiliki harga diri yang lebih tinggi daripada orang yang pernah bertunangan.